Workshop Pendampingan Calon PhD

 
Dalam rangka meningkatkan peluang dosen untuk mendapatkan beasiswa S3, DIKTI melalui RISBANG mengadakan Workshop Pendampingan Calon PhD  bekerja sama dengan Leiden University pada 7–11 September 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di Universitas Islam Bandung (Unisba) dan diikuti oleh peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Program ini merupakan program pertama kali yang diadakan oleh RISBANG dan mendapatkan antusiasme yang cukup tinggi. Dari sekitar  200 peserta yang mendaftar, sebanyak 25 peserta terpilih untuk mengikuti workshop. Para peserta mendapatkan berbagai informasi dan pendampingan mengenai peluang studi doktoral di Belanda, khususnya mengenai Leiden University, serta strategi mempersiapkan aplikasi studi dan beasiswa.


Salah satu materi utama dalam workshop adalah penulisan esai untuk aplikasi beasiswa LPDP. Peserta mendapatkan arahan mengenai cara menyusun esai yang mampu menggambarkan latar belakang akademik, motivasi studi, rencana penelitian, kontribusi bagi Indonesia, serta rencana kontribusi setelah menyelesaikan studi dari para alumni yang pernah studi Leiden University dan alumni penerima beasiswa.

Menurut saya, kegiatan ini menjadi kesempatan penting untuk memperkuat persiapan menuju studi doktoral di luar negeri karena selain sesi tentang universitas di Belanda, workshop tersebut juga memberikan sesi Academic Writing yang dipimpin langsung oleh Dr. Maria, dosen Academic Writing di Leiden University.

Melalui workshop ini, saya dan teman-teman mendapatkan bekal yang lebih kuat untuk mendapatkan beasiswa studi doktoral di luar negeri dan melanjutkan studi di universitas yang menjadi pilihan kami. Keikutsertaan dalam program ini menjadi salah satu langkah untuk mewujudkan rencana pengembangan akademik dan meningkatkan kontribusi kami dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memo

MOOC: English for Business and Entrepreneurship (modul 1)

Be an IFL (Indonesian as a Foreign Language) in East Timor