Postingan

Menampilkan postingan dengan label srisjr

Pendampingan BIPA: Latihan Membaca Puisi untuk Festival Handai

Gambar
Pada hari Sabtu, 13 September 2025 , Saya, Sri Rejeki melaksanakan pendampingan secara daring kepada Ali , seorang mahasiswa Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang berasal dari Pakistan . Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kemampuan membaca puisi dalam bahasa Indonesia, sebagai persiapan Ali mengikuti Festival Handai yang diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia. Selama sesi pendampingan, Sri Rejeki memberikan arahan mengenai pelafalan, intonasi, jeda, dan ekspresi yang tepat dalam membaca puisi. Ali berlatih membacakan beberapa bait puisi pilihan dengan bimbingan langsung, sementara Sri Rejeki memberikan umpan balik secara konstruktif agar penampilan Ali lebih maksimal. Meskipun dilakukan secara daring, suasana latihan berjalan interaktif. Ali menunjukkan semangat dan antusiasme tinggi untuk menampilkan yang terbaik dalam ajang tersebut. Sri Rejeki pun memberikan motivasi serta strategi sederhana agar Ali dapat mengatasi rasa gugup saat tampil di depan audiens interna...

Inovasi Digital dalam Pembelajaran BIPA: Peran Quizizz pada Keterampilan Menyimak

Gambar
Pada hari Kamis dan Jumat, 11–12 September 2025 , saya mengikuti rangkaian kegiatan Konferensi Internasional Pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (KIPBIPA) XIII yang diselenggarakan di Malang. Konferensi ini menjadi wadah pertemuan para pengajar, peneliti, dan praktisi BIPA dari berbagai negara untuk berbagi gagasan, hasil penelitian, serta inovasi pembelajaran bahasa Indonesia. Saya berpartisipasi secara daring dalam konferensi tersebut. Pada sesi presentasi, ia memaparkan hasil kajian dengan judul “Peran Quizizz sebagai Media Ajar untuk Keterampilan Menyimak Mahasiswa BIPA.”  Menurut saya, Quizizz, sebagai platform pembelajaran berbasis permainan digital, dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan menyimak mahasiswa BIPA melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan. Materi yang disampaikan menekankan beberapa poin penting, antara lain: Karakteristik keterampilan menyimak bagi mahasiswa BIPA yang kerap menghadapi kendala perbedaan fonologis. Pem...

Sedekah Ngajar: Belajar Bahasa Inggris dan BIPA Gratis Setiap Sabtu

Gambar
Program Sedekah Ngajar telah dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk kepedulian dalam bidang pendidikan bahasa. Kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi utama, yaitu Sedekah Ngajar Bahasa Inggris yang dilaksanakan setiap hari Sabtu pukul 10.30 WIB , dan Sedekah Ngajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang dimulai pukul 13.30 WIB . Program ini bertujuan untuk membantu siapa saja yang ingin meningkatkan keterampilan berbahasa, baik bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia, tanpa terbebani biaya. Sesuai dengan namanya, sedekah , kegiatan ini sepenuhnya gratis dan terbuka bagi masyarakat umum maupun mahasiswa asing yang ingin belajar. Pelaksanaan kegiatan ini dipandu oleh Sri Rejeki dan Anita Retno selaku pengajar. Dalam kelas bahasa Inggris, peserta mendapatkan materi dasar percakapan, kosakata, serta latihan keterampilan berbicara dan menulis yang aplikatif. Sementara itu, pada kelas BIPA, mahasiswa asing dibimbing untuk memahami kosakata sehari-hari, tata bahasa, serta kete...

Mahasiswa BIPA UMS Belajar Membatik di Batik W, Bayat Klaten

Gambar
Sebanyak 17 mahasiswa internasional Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) peserta program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) hari ini mengikuti kegiatan membatik di Batik W, Bayat, Klaten . Kegiatan ini merupakan bagian dari program imersi budaya yang memperkenalkan mahasiswa asing pada kekayaan seni tradisional Indonesia. Dalam kegiatan ini, mahasiswa diperkenalkan pada tahapan membatik, mulai dari membuat pola hingga melukis dengan canting. Mereka tidak hanya belajar teknik, tetapi juga diajak memahami makna filosofis di balik proses membatik. Sri Rejeki , dosen BIPA UMS yang mendampingi mahasiswa, menuturkan pentingnya pengalaman ini. “Belajar membatik tidak hanya soal keterampilan tangan. Ada filosofi di dalamnya, yaitu proses yang dilakukan pelan-pelan, membutuhkan waktu lama, dan penuh dengan ketekunan. Inilah nilai yang ingin kami kenalkan kepada mahasiswa agar mereka memahami bahwa budaya Indonesia memiliki kedalaman makna,” jelasnya. Melalui kegiatan ini, mahasi...

Mahasiswa BIPA UMS Kunjungi Pura Mangkunegaran

Gambar
Sebanyak 12 mahasiswa internasional Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) peserta program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) melaksanakan kunjungan budaya ke Pura Mangkunegaran, Surakarta . Kegiatan ini menjadi salah satu bagian dari pembelajaran di luar kelas yang memperkenalkan mahasiswa pada sejarah dan budaya Jawa. Rombongan berangkat dari kampus UMS menuju Pura Mangkunegaran menggunakan Batik Trans , transportasi umum kebanggaan Kota Solo. Dari halte KFC Slamet Riyadi, mereka melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju kompleks Pura Mangkunegaran. Setibanya di lokasi, mahasiswa diajak mempelajari sejarah Pura Mangkunegaran serta peran pentingnya dalam perjalanan budaya dan politik di Surakarta. Kegiatan ini dipandu langsung oleh dosen BIPA UMS, Sri Rejeki , yang mendampingi mahasiswa sepanjang kunjungan. Melalui kunjungan ini, mahasiswa BIPA tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar bahasa di luar kelas, tetapi juga berkesempatan memahami secara langsung nila...

Program Sosial Belajar Bahasa Indonesia Gratis untuk Semua

Gambar
Dua pengajar, Sri Rejeki dan Anita Retno , menginisiasi secara pribadi sebuah program sosial belajar Bahasa Indonesia gratis yang terbuka bagi siapa saja yang ingin mempelajari bahasa dan budaya Indonesia. Program ini ditujukan baik bagi mereka yang berencana melanjutkan studi di Indonesia maupun bagi siapa saja yang ingin menambah keterampilan berbahasa Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom setiap hari Senin pukul 13.00 WIB , berlangsung selama 12 kali pertemuan dengan tambahan 1 kali pre-test dan 1 kali post-test untuk mengukur perkembangan peserta. Program ini bersifat murni sosial . Peserta tidak dipungut biaya, tidak ada pemberian sertifikat, dan kedua pengajar tidak menerima imbalan apapun. Namun demikian, rekomendasi dapat diberikan kepada peserta jika memang diperlukan untuk mendukung kebutuhan akademik atau profesional mereka. Antusiasme peserta mulai terlihat sejak dibuka pendaftaran. Kemarin tercatat empat puluh lima peserta mendaftar , dan ...

Kelas Memasak Mahasiswa BIPA UMS: Merajut Kebersamaan melalui Roti Capati

Gambar
Program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menghadirkan pembelajaran inovatif dengan mengintegrasikan bahasa, budaya, dan kuliner. Pada Sabtu, 16 Agustus 2025, mahasiswa BIPA UMS mengikuti kegiatan kelas memasak yang diselenggarakan di Dapur Pesma . Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa internasional dari berbagai negara, antara lain Pakistan, Ethiopia, Mesir, Uganda, Sudan, dan Timor Leste. Mereka berkolaborasi dalam menyiapkan hidangan khas, yaitu roti capati ala Pakistan serta roti capati dengan telur ala Afrika . Melalui proses memasak bersama, mahasiswa tidak hanya mempraktikkan keterampilan berbahasa Indonesia, tetapi juga membangun rasa kebersamaan lintas budaya. “Kegiatan memasak ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berinteraksi lebih alami menggunakan bahasa Indonesia, sambil memperkenalkan kekayaan kuliner dari negara asal mereka,” ungkap Sri Rejeki , dosen pengampu kelas menyimak yang mendampingi kegiatan....

Mahasiswa BIPA UMS Hadiri Pernikahan Adat di Klaten: Pengalaman Budaya yang Menginspirasi

Gambar
Klaten, 1 Juni 2025 — Mahasiswa Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengikuti kegiatan budaya dengan menghadiri upacara pernikahan adat Jawa yang diselenggarakan di Gedung Haji Klaten. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual yang menggabungkan aspek bahasa dan budaya secara langsung di masyarakat. Mahasiswa yang hadir berasal dari berbagai negara dan merupakan penerima beasiswa KNB (Kemitraan Negara Berkembang) , Darmasiswa , dan IPS (Indonesian Partnership Scholarship) . Mereka didampingi oleh dosen BIPA UMS, Sri Rejek i , yang juga memberikan penjelasan mengenai makna simbolik dalam setiap tahapan prosesi adat pernikahan Jawa. Bagi banyak mahasiswa, ini adalah pengalaman pertama mereka menghadiri pernikahan tradisional di Indonesia. Lilian , salah satu mahasiswa asal Uganda, menyampaikan bahwa prosesi pernikahan di Indonesia sangat berbeda dengan tradisi di negaranya. “Di Uganda, pernikahan biasanya berlangs...